Seberapa Penting Komitmen Bagi Anda?




Komitmen.

Pastinya diantara kita sudah banyak yang mendengar kata 'komitmen'.
Komitmen berarti melakukan sesuatu yang ia katakan akan dilakukannya.

Orang biasa mempercayai konsep ini ... kadang-kadang. Dia yakin bahwa dirinya harus melakukan apa yang dia katakan akan dilakukannya, bila keadaan sedang baik atau mendukung untuk menepati ucapannya. Tapi, sejujurnya, komitmen tidak memiliki persyaratan. Seorang pemimpin sejati akan tetap melaksanakan komitmennya, entah terasa menyenangkan atau tidak; orang biasa hanya melakukan apa yang ingin mereka lakukan.

Zaman telah berubah. Kebanyakan orang biasa pada masa kini menjalani hidup tanpa komitmen dan kehilangan prinsip.  Orang biasa tak ambil pusing perihal menepati komitmennya, dan nilai ucapan mereka menjadi begitu rendah, sehingga mereka mengingkarinya nyaris setiap hari. Jika sudah begini, kepercayaan akan rusak, dan pastilah hubungan menjadi goyah, bahkan mengacaukan segalanya.


Berhenti Membuat Alasan - Katakan dan Lakukan
Basa Basi

Banyak orang membuat alasan menggelikan mengapa mereka tidak mau berkomitmen. Orang biasa tak punya masalah dalam melakukan apa yang ia katakan akan dilakukannya, karena ia tidak pernah mengatakan apa-apa! Ia tidak pernah berkomitmen dengan dirinya sendiri. Mereka menjalani hidup dengan nyaman. Namun demikian, harga mahal yang harus mereka bayar adalah, mereka tak akan pernah mencapai apapun. Mereka menyia-nyiakan semua yang bisa mereka lakukan dan mereka menikmati keadaan ini.

Ungkapkan apa yang akan Anda lakukan. Buatlah pernyataan diri sendiri

Ada jutaan orang yang setiap tahun membuat resolusi Tahun Baru untuk menurunkan berat badan, memulai hubungan baru, atau bahkan mendapat pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. Kebanyakan pembuat resolusi berakhir gagal lalu putus asa dan menyerah. Bukannya instropeksi diri, tetapi mereka justru membuat alasan-alasan basi sebagai pembelaan diri. Sikap setengah-setengah adalah puncak sifat egois, sedangkan alasan adalah bentuk lain dari ketidak-jujuran.
Apa yang nanti akan Anda lakukan?

Persoalan Hidup dan Mati

Pernah dikatakan, jika seseorang tidak bersedia mati demi sesuatu, dia tidak layak untuk hidup.
Di dunia ini, yang paling memiliki komitmenlah yang menang. Perlu dimengerti, bahwa suatu kehormatan dan keistimewaan untuk membuat perubahan bagi orang lain sambil menikmati kehidupan mereka sendiri. Yang memiliki komitmen dalam menciptakan sebuah dunia yang baik bagi semua orang, dimana tak seorang pun yang terlupakan, dialah sang pemenang.

Mengapa Sebagian Orang Menghindar dari Membuat Perjanjian?




Mengapa orang biasa melakukan apa saja yang mereka bisa agar tidak membuat suatu perjanjian?
Kita sudah berurusan dengan mereka yang menolak membuat perjanjian  karena lebih berkomitmen untuk keliatan baik dengan tidak mengingkari janji. Jelas ini merupakan sebuah pola, beberapa orang malah menyebutnya sebagai kecanduan yang mungkin mereka peroleh pada awal kehidupan mereka. Ada beberapa dorongan atau perilaku lain yang dipilih orang biasa, yang menghalangi mereka untuk membuat perjanjian yang lebih baik serta meraih hasil luar biasa. Beberapa di antaranya adalah :
  • Keliatan baik
  • Merasa nyaman
  • Merasa benar
  • Merasa diterima
Jadilah seorang yang tidak pernah lari dari perjanjian. Karena perjanjian adalah dasar dari kehidupan dan produktivitas.

Terlalu Banyak Komitmen


Orang-orang yang terlalu banyak komitmen sebenarnya sedang berusaha untuk disukai dan dianggap sebagai orang baik. Sebaliknya, mereka hanya takut terhadap penolakan. Kita sering melihat orang yang melakukan ini dalam kehidupan mereka.
Jadilah orang yang memegang teguh ucapannya. Selesaikan dulu komitmen pertama yang Anda nyatakan.

Setiap Orang Memiliki Komitmen, Entah Mereka Menyadarinya atau Tidak


Siapapun kita, sebenarnya mempunyai komitmen. Masalahnya adalah, orang biasa tidak mencurahkan perhatian pada sesuatu yang menurut mereka sudah mereka tekuni. Karena itu, pernyataan yang sering terdengar, "Saya punya masalah dengan komitmen", adalah hal yang menggelikan. 

Orang biasa berjuang untuk mengatasi komitmen yang saling bertentangan antara pikiran sadar dan bawah sadar mereka. Seringkali kita memiliki strategi dalam hidup yang bermanfaat bagi kita, namun kemudian strategi tersebut menghalangi kita untuk menjadi lebih berhasil, malah berubah menjadi kelemahan. Keadaan ini disebut komitmen yang saling bersaing. Setiap orang mempunyai komitmen yang bersaing.



Sumber Buku : Brian Klemmer, The Compassionate, Hay House Inc., USA, 2008.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbagai Cara Membuat Penjahat

Menurutmu, Apa itu Penjahat?